Posted by: sinux3r | December 24, 2012

Untechnical Hacking goes to Public

Beberapa hari ini saya cukup prihatin melihat timeline di facebook (ketahuan deh facebooker hihi). Ada kelompok rekan-rekan yang saya lihat sangat populer dikalangan hacker-hacker / penggiat security muda Indonesia malah justru menjerumuskan para generasi muda tersebut pada aktivitas yang ‘absurd’. Kenapa saya katakan absurd? karena aktivitas tersebut cenderung disebut sebagai aksi ‘kiddies’ oleh sebagian hacker-hacker dewasa itu sendiri, diakui sebagai tindakan dengan unsur pengecut, non-skilled, namun justru kemudian di-himbaukan kembali untuk dilakukan secara berjamaah kepada para hacker-hacker muda.

Ibaratnya seperti maling teriak maling, alay teriak alay, orang-orang potensial yang dihormati oleh komunitas security tersebut yang semula mengatakan dengan jelas kepada publik bahwa aksi hacking ‘DDoS’ adalah tindakan kiddies malah menyerukan hal yang sama untuk menyerang internet israel sebagai aksi solidaritas konflik israel-palestina. Saya memilih untuk tidak membahas isu konflik tersebut secara detail, namun yang ingin saya soroti adalah inkonsistensi khususnya para hacker senior baik dalam hal prinsip maupun tindakan yang dilakukan dalam ranah publik. Kita semua tau bahwa generasi muda membutuhkan idola terutama jaman sekarang ini, bukan hanya dalam ranah cyber namun juga dalam ranah kehidupan nyata. Itu sebabnya kita bisa lihat beragam kerusuhan ataupun konflik yang terjadi di Indonesia digerakan dari himbauan seorang pemimpin agama misalnya, ataupun tokoh masyarakat yang menggerakan massa tersebut untuk melakukan kericuhan. Hal yang sama dalam ranah cyber, seorang tokoh security atau kelompok security yang dihormati baik karena karya-karyanya ataupun kontribusinya pada dunia security tentu akan mendapatkan respect yang sama, dan apapun yang dia katakan, benar atau salah, cenderung akan di-aminkan oleh generasi muda hacker indonesia.

Teriakan tersebut disertakan pula dengan ‘petunjuk’ mengenai tools yang dapat dipakai untuk melakukan serangan DDoS dan bagaimana melakukannya secara anonim sepert menggunakan TOR network, guys…TOR network diciptakan dengan filosofi anonimitas dan merupakan donasi dari seluruh orang didunia dengan harapan agar pengguna internet tidak ‘digunakan’ untuk kepentingan industri, apa yang terjadi jika bandwidth sumbangan tersebut digunakan untuk melakukan serangan pengecut seperti itu?

Keunikan lain adalah ketika para tokoh security tersebut dengan cuap-cuap cari makan dari menjual jasa ‘ethical security’ melalui seminar-seminar security yang diadakan oleh organisasi ataupun sekolah-sekolah, berkeliling Indonesia sebagai pembicara memperkenalkan filosofi hacking yang baik, namun ternyata mengajarkan melalui media sosial secara terang-terangan seperti facebook mengenai penggunakan tools LOIC untuk melakukan DDoS. Apa yang akan terjadi jika informasi tersebut dilihat oleh para generasi muda pengikutnya dimana mereka cenderung masih labil, dan akan menggunakan tools serta metode serupa untuk menyerang situs-situs pemerintahan Indonesia itu sendiri? apa yang akan terjadi jika mereka ketahuan melakukan hacking akibat belajar dengan mudah melalui facebook dari akun senior favorite nya dan akhirnya harus mendekam di penjara selama beberapa tahun?

Bukankah akan lebih baik jika sumbangsih diberikan dalam bentuk yang lebih baik, seperti misalnya, daripada uang dipakai untuk pergi ke warnet dan melakukan DDoS, mendingan dikirimkan ke organisasi seperti MER-C Indonesia. Walaupun jumlahnya tidak besar, namun jika dilakukan secara gotong royong dan cukup untuk membantu pengobatan satu orang saja korban di gaza untuk melanjutkan kehidupannya, bukankah itu lebih baik?

Sebagai catatan akhir, ada beberapa hacker yang cukup berbahaya di Indonesia dan masih tetap aktif dengan aktivitas ilegal mereka, namun dilakukan dalam lingkungan terbatas. Bahkan ada yang siang harinya bekerja sebagai security profesional, dikenal sebagai defender tangguh, namun malam hari mereka melakukan serangan baik individu maupun kelompok, bahkan beberapa serangan bersifat ilegal dan merugikan pihak lain secara finansial. I don’t fuckin care dengan cara hidup mereka, itu adalah pilihan, namun setidaknya tidak secara terbuka di media publik. Untuk bisa masuk ke lingkungan tersebut pun cukup sulit, jadi setidaknya meminimalisir kemungkinan ada generasi muda yang terjerumus secara tidak sengaja pada komunitas yang sering beroperasi malam hari tersebut. Jika memang ada generasi muda yang masuk, itu adalah pilihan hidup mereka sendiri yang berusaha mencari tau kehidupan semacam itu. Jadi silahkan saja melakukan cyber crime, konsolidasikan jika memang ada yang berprinsip itu adalah hal yang baik karena setiap individu bebas memiliki opini mengenai baik dan tidaknya suatu tindakan, namun akan lebih aman jika dilakukan dalam lingkungan tertutup. Ibarat merokok, lebih baik jika asapnya tidak mengenai orang lain yang secara tidak sengaja duduk disebelah kita. Resiko cyber crime dalam lingkungan tertutup bukan saja lebih aman bagi publik yang tidak tahu apa-apa, namun juga lebih aman bagi individu yang melakukan hal tersebut.

People these days, they use vendetta mask, self-proclaim as anonymous, yell about underground hacking / action, but actually don’t fuckin had any idea what those terms were.

Original post:https://msahputra.wordpress.com/2012/11/22/unethical-hacking-goes-public/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: